85 Kios di Pasar Penampungan Sapuran Ludes Jadi Abu, Penyebab Masih Diselediki

oleh
PANTAU. Pasar Penampungan Sapuran terbakar pada Rabu malam (18/1/2023).(foto : Agus Supriyadi/Wonosobo ekspres)
PANTAU. Pasar Penampungan Sapuran terbakar pada Rabu malam (18/1/2023).(foto : Agus Supriyadi/Wonosobo ekspres)

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.ID– Pasar Penampungan Sapuran Kabupaten Wonosobo sisi selatan terbakar pada Rabu (18/1/2023) pukul 21.20 WIB. Sebanyak 85 kios atau lapak menjadi arang. Tidak ada korban dalam peristiwa itu. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

Api pertama kali terlihat warga, telah membakar 7 lapak di sisi selatan, kemudian dengan cepat merambat dan menghanguskan kios – kios pasar penampungan. Api berhasil dikendalikan oleh Damkar dan relawan setelah berjibaku selama 2 jam lebih.

“Api pertama kali dilaporkan oleh warga pada pukul 21.20 WIB dan telah membakar 7 kios di sisi selatan pasar,” ungkap Kalak BPBD Wonosobo, Bambang Triyono, Kamis (19/1/2023).

Menurutnya, api dengan cepat merembet dan menghanguskan kios kios yang ada di sisi selatan. Untuk mengendalikan dan memadamkan api, sebanyak 10 mobil Damkar dari Wonosobo, Banjarnegara dan Temanggung diturunkan, ditambah dengan 2 mobil water supply dari BPBD Wonosobo.

“Kami turunkan 10 mobil Damkar dan 2 mobil water supply, dibantu puluhan relawan, api berhasil dipadamkan 2 jam kemudian,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Wonosobo, Bagiyo Sarastono, mengatakan jumlah pedagang atau lapak yang ada penampungan sekitar 1000 lapak. Sedangkan terdampak kebakaran total sebanyak 85 lapak di sisi selatan, namun ada 15 lapak yang kosong, sementara yang aktif sebanyak 70 pedagang, jadi total yang terdampak kebakaran sejumlah 70 lapak.

“Pedagang di sisi selatan yang terdampak yaitu 85, tapi ada 15 lapak yang kosong. Sementara untuk pedagang yang aktif sebanyak 70. Nah yang 70 ini yang terkena secara langsung, ya tempatnya ya isi dagangan juga,” terang Bagiyo.

Dijelaskan, kerugian yang dialami atas musibah ini secara pasti belum bisa ditaksir, harus menunggu hasil identifikasi dari Tim Identifikasi dari Polda Jawa Tengah terlebih dahulu.

“Kerugian sampai saat ini belum bisa ditaksir, kita harus menunggu hasil Tim Identifikasi dari Polda Jateng,” pungkasnya. (gus)

No More Posts Available.

No more pages to load.