Hukum Sholat Witir dan Waktunya yang Wajib Anda Ketahui!

oleh
Hukum Sholat Witir dan Waktunya yang Wajib Anda Ketahui!
Hukum Sholat Witir dan Waktunya yang Wajib Anda Ketahui.

MAGELANGEKSPRES.ID – Diantara sholat sunnah yang tak pernah ditinggalkan Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam selama muqim atau berada di rumah. Sholat sunnah Rawatib dikerjakan pada malam hari setelah Sholat Isya hingga masuk Sholat Subuh. Lalu apa hukum Sholat Witir, keutamaan dan waktunya ?

Hukum Sholat Witir

Para ulama penulis Kitab Al-Fiqhu Al-Muyassar menjelaskan bahwasanya hukum sholat witir adalah sunnah yakni maksudnya adalah sunnah yang sangat dianjurkan, sangat ditekankan. Dalilnya sabda Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam yang menganjurkan dan mendorong umatnya untuk senantiasa mengerjakan sholat witir.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallāhu ta’āla ‘anhu bahwa Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda,

إنَّ اللَّهَ وِترٌ يحبُّ الوترَ

“Sesungguhnya Allāh Ta’āla itu witir (Maha Esa atau Maha ganjil) dan mencintai yang ganjil atau yang witir.”

Dalil yang kedua yang menunjukkan sholat witir hukumnya sunnah mu’akad yakni sangat ditekankan dan sangat dianjurkan yaitu hadits riwayat Ali bin Abi Thālib radhiyallāhu ta’āla ‘anhu, ia berkata, bahwasanya witir bukanlah sesuatu yang wajib.

ألا إنَّ الوترَ ليسَ بِحَتمٍ كصلاتِكُمِ المَكْتوبةِ

Dan bukan pula seperti hukum sholat yang wajib.

ولَكِنَّ رسولَ اللَّهِ صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ أوترَ ثمَّ قالَ : أوتِروا يا أَهْلَ القُرآنِ ، أوتِروا فإنَّ اللَّهَ وترٌ يحبُّ الوترَ

Akan tetapi Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda, “Wahai ahli Alquran, kerjakanlah sholat witir karena sesungguhnya Allāh itu witir atau Maha Esa, mencintai sesuatu yang witir atau yang ganjil.”
Hadits riwayat Imam Abu Dawud dan derajatnya dinyatakan shahih oleh syaikh Al-Albanīy rahimahullāh di dalam taqlidnya terhadap Ibnu Khuzaimah rahimahullāh ta’āla.
Kapan waktu disyari’atkan mengerjakan sholat witir?

Berdasarkan dalil-dalil dari hadits Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam bahwa waktu sholat witir adalah antara sholat Isya dengan sholat Subuh. Hal ini berdasarkan ijma pra ulama serta mengacu perbuatan dan sabda Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam.

Dalilnya adalah sabda Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam,

إنَّ اللهَ أمدَّكم بصلاةٍ هي خيرٌ لكم من حُمْرِ النَّعمِ صلاة الوترُ ما بين العشاءِ إلى طلوعِ الفجرِ

“Sesungguhnya Allāh memberikan tambahan kepada kalian melalui sebuah shalat yang lebih baik bagi kalian daripada unta merah yaitu shalat witir yang waktunya antara shalat Isya sampai terbit fajar yakni menjelang waktu Subuh.”

Apabila fajar telah terbit maka tidak ada sholat witir, maksudnya waktu sholat witir sudah habis dan berakhir.

Dalilnya adalah sabda Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam,

صَلَاةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى ، فَإِذَا خَشِيَ أَحَدُكُمْ الصُّبْحَ صَلَّى رَكْعَةً وَاحِدَةً تُوتِرُ لَهُ مَا قَدْ صَلَّى

“Sholat sunnah di waktu malam itu dikerjakan dengan cara dua raka’at-dua raka’at, kemudian apabila salah seorang di antara kalian khawatir akan memasuki waktu Subuh maka hendaklah ia mengerjakan satu raka’at di mana sholat witir tersebut menganjilkan untuknya sholat yang telah dilakukannya.”
Berdasar hadits tersebut berarti batasan waktu sholat witir adalah setelah sholat Isya hingga menjelang terbit fajar.

Lantas Al-Hafidzh Ibnu Hajar Al-Ashqalani rahimahullāh mengatakan bahwa yang lebih jelas dari hadits tersebut adalah dalil yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Imam An-Nassai serta dinyatakan oleh Abu Aawana sebagai hadits yang shahih. Bahwasanya Umar bin Khaththāb pernah berkata,

مَنْ صَلَّى مِنَ اللَّيْلِ فَلْيَجْعَلْ آخِرَ صَلاَتِهِ وَتْرًا فَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم كَانَ يَأْمُرُ بِذَلِكَ فإذا كان اَلْفَجْرُ فَقَدْ ذَهَبَ كُلُّ صَلَاةِ اَللَّيْلِ وَالْوَتْرُ،

“Barangsiapa yang mengerjakan sholat sunnah di waktu malam, maka hendaknya ia menjadikan witir sebagai akhir daripada sholatnya. Karena sesungguhnya Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam memerintahkan hal tersebut, lalu apabila fajar telah terbit maka telah habis (berakhir) waktu seluruh sholat malam dan sholat witir.”

Hadits ini menunjukkan tentang tentang kapan waktu sholat witir berakhir, kapan waktu sholat witir itu habis? Yaitu ketika fajar telah terbit telah memasuki waktu Subuh.

Kemudian para penulis kitab Al-Fiqh Al-Muyassar menjelaskan sholat witir yang paling afdol apabila dikerjakan di akhir malam daripada mengerjakan sholat witir di awal malam. Namun bila merasa tidak bisa bangun di akhir malam maka dianjurkan untuk menyegerakan pelaksanaan sholat witir di awal malam yakni sebelum tidur. Namun apabila merasa yakin, mampu untuk bangun di akhir malam maka dianjurkan untuk menunda pelaksanaan sholat witir sampai tiba akhir malam.

Dalilnya adalah hadits yang diriwayatkan oleh Jabir bin Abdillāh radhiyallāhu ta’āla ‘anhuma bahwasanya Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda,

من خاف أن لا يقوم من آخِرِ الليل فليوتر أوله، ومن طَمِعَ أن يقوم آخره فليوتر آخر الليل، فإن صلاة آخر الليل مشهودة، وذلك أفضل

“Barangsiapa yang takut atau khawatir tidak bisa bangun di akhir malam, maka hendaknya ia berwitir di bagian awal malam yakni setelah shalat Isya sebelum tidur, barangsiapa yang berharap atau merasa bisa bangun di akhir waktu malam, maka hendaknya ia berwitir di akhir malam, karena sesungguhnya shalat di akhir malam itu disaksikan oleh para malaikat dan hal itu lebih utama (afdhal).” (Hadits riwayat Muslim no. 755)

No More Posts Available.

No more pages to load.