Sumber Lingkungan Penyakit Baru, Apa Sih Toxic Positivity?

oleh
ILUSTRASI. Mengenal lebih dalam Toxic Positivity.(foto : larasati putri / magelang eksptes. )
ILUSTRASI. Mengenal lebih dalam Toxic Positivity.(foto : larasati putri / magelang eksptes. )

MAGELANGEKSPRES.ID – Bersikap positif memang menjadi kunci dalam membantu menenangkan pikiran dan perasaan sejenak. Namun, terkadang bersikap positif secara berlebihan malah menjadi boomerang bagi diri sendiri. Hal ini juga akan berdampak buruk bagi kesehatan mental dan menciptakan lingkungan yang toxic (sumber penyakit).

Toxic positivity adalah suatu kondisi bagi seseorang yang memiliki keyakinan positif terhadap sesuatu hal. Situasi ini mengarahkan seseorang untuk menghindari dari emosi negatif. Padahal, manusia memiliki ribuan emosi yang wajib untuk diekpresikan lho. Seperti energi negatif yang harus dirasakan agar individu bisa mengevaluasi diri, bangkit dari keterpurukan dan lebih optimis.

Terdapat beberapa ciri-ciri yang membawa seseorang menjadi toxic positivity, diantara lain menyembunyikan perasaan yang sedang dialami, menghindar dari berbagai masalah, merasa bersalah apabila memiliki emosi negatif, memberikan nasihat kepada orang lain dengan cara merendahkan, membandingkan masalah orang lain, dan menyalahkan orang lain saat tertimpa suatu masalah.

Toxic positivity

Lalu bagaimana untuk menciptakan lingkungan yang tidak menyebabkan toxic positivity?

1. Jadilah pendengar yang baik

Mulailah menjadi pendengar yang baik, tidak lupa untuk menjadi pendengar yang aktif. Janganlah memoton pembicaraan lawan. Hargai perasaan mereka, berikan simpati dan empati disaat mereka membutuhkan bantuan ya!

2. Jangan memberikan saran kecuali diminta

Manusia secara tidak sadar secara spontan menanggapi masalah lawan bicara dengan berkaca dari pengalaman yang pernah di rasakan, namun janganlah memberikan saran atau nasihat saat pengirim pesanmu tidak memerlukannya. Terkadang mereka hanya butuh ruang cerita untuk di dengarkan saja.

3. Hindari sikap membandingkan dan pengakuan dari orang lain

Jika kamu memiliki masalah, jangan sekali-kali membandingkan masalahmu dengan orang lain, jangan anggap masalahmu paling berat sedangkan yang lain tidak. Sebab, hal ini akan membuatmu meremehkan suatu masalah dan memicu perdebatan. Alhasil, ini akan menghasilkan toxic positivity.

4. Perlunya validasi emosi

Di dalam diri manusia terdapat berbagai macam emosi mulai dari senang, gembira,sedih hingga kesal. Beragam emosi inilah harus di ekpresikan dengan baik, termasuk masalah yang datang menghampiri di kehidupanmu. Cobalah lakukan penerimaan dan keluarkan emosimu pelan-pelan namun jangan sampai berperilaku atau berdampak buruk untukmu atau orang lain ya. (mg4).

No More Posts Available.

No more pages to load.